Tari Piring : Sejarah, Kostum, Gerak dan daereahnya

Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang asal daerah Tari Piring : Sejarah, Kostum, Gerakkannya. Taru yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita, apalagi tari piring ini kerap tayang di layar Televisi. Untuk memperldalam wawasan kita semua, tak ada salahnya jika saya membahas lagi tari piring ini, semoga ulasan ini dapat bermanfaat dan bisa menjadi referensi bagi kita semua.

Nah, buat sobat semua yang ingin mengenal lebih jauh tentang tari piring ini mari simak informasi selengkapnya dibawah ini.

Sejarah Tari Piring

Tari piring ini ternyata berasal dari Minangkau Sumatera Barat. Tari ini menjadi salah satu jenis tari Tradisional yang ada di Minangkabau, bahkan tari ini sudah terkenal sampai mancanegara. Tari piring ini di populerkan oleh Huriah Adam. Saat ini tari piring sudah populer dan menjadi tari penyambutan tamu kehormatan ataupun sebagai tari pembukaan upacara adat dan acar Nasional di Indonesia.

Dalam bahasa Minang tari piring ini disebut dengan tari piriang dimana dalam pertunjukkannya di tampilkan sebuah atraksi menggunakan piring. Para penari akan mengayunkan piring yang ada di tangan mereka dengan mengikuti gerakan cepat dan teratur, yang membuat menariknya adalah piring yang ada ditangan mereka ini tidak satupun yang terlepas atau jatuh (melekat).

Gerak Tari Piring

Gerak tari piring ini diambil dari gerakan silat Minangkabau (silek). Gerak taru piring ini yaitu dengan meletakkan dua piring di atas kedua telapak tangan kemudian penari akan mengayunkan piring tersebut dengan gerakan yang cepat sambil mendentingkan piring tersebut ke cicin jari si penari. Pada akhir tariannya biasanya, si penari akan melemparkan piring tersebut ke lantai dan pecah, selanjutnya penari akan menari diatas pecahan kaca piring.

Jumlah penari tari piring ini pada umumnya berjumlah ganjil yang terdiri tiga sampai tujuh orang. Tarian ini di iringi dengan kombinasi alat musik talemping dan saluang. Untuk tempo alinan musik ini pada awalnya lembut dan teratur kemudian akan berubah menjadi lebih cepat.

Sejarah Tari Piring

Tari piring ini berasal dari Solok Sumatera Barat. Menurut legenda bahwa tari ini adalah sebuah tari ritual ucapan rasa syukur masyarakat Solok kepada para dewa-dewa setelah mereka ini berhasil mendapatkan hasil panen yang sangat melimpah ruah. Ritual yang dilakukan oleh masyarakat dulu adalah dengan membawa sesaji dalam bentuk makanan yang diletakkan di piring sembari mereka ini melangkah dengan gerakan yang dinamis.

Setelah masuknya agama islam ke Minangkabau maka dulunya tari ini sebuah upacara ritual ungkapan rasa syukur kepada dewata mulai di tinggalkan, tetapi pada acara-acara tertentu seperti acara keramaian masyarakat tari piring ini tetap di pertunjukkan hingga sekarang ini.

Kostum Tari Piring

Kostum penari tari piring ini berwarna cerah dengan nuansa di dominasi warna merah dan kuning emas serta mengenakan tutup kepala.

1. Busana Penari Pria Tari Piring

Pakaian penari pria memiliki beberapa karakteristik yang berbeda dengan pakaian penari para wanita. Akan tetapi keduanya masih busana asli dari Minangkabau. Kostum penari piring pria disebut dengan Rang Mudo, yaitu dengan bentuk pakaian berlengan panjang serta hiasan missia yang juga disebut hiasan renda emas.

Untuk bawahan atau celana yang digunakan disebut dengan besaran gelombang. Celana ini berukuran besar dibagian tengah dan memiliki warna selaras dengan baju atasan. Selain itu, penari pria juga mengenak perlengkapan seper sisampek dan cawek pinggang yang bentuknya seperti kain songket, kemudian diikatkan pada pinggang.

Panjang kain ini hingga lutut dan memiliki hiasan berupa rumbai-rumbai. Saat mementasikan tari piring, maka penari pria akan mengenakan destar. Destar adalah penutup kepala berbentuk segitiga yang terbuat dari kain songket.

2. Busana Penari Wanita Tari Piring

Baju kurung adalah jenis busana yang digunakan oleh penari piring wanita. Bahan utama untuk membuatnya adalah kain satin dan beluduru. Selain itu, penari wanita juga akan mengenakan selendang yang terbuat dari kain songket sebagai hiasan yang diletakkan dibagian kiri tubuh.

Sama seperti penari laki-laki, penari perempuan juga menggunakan penutup kepala yang terbuat dari kain songket yang bentuknya mirip seperti tanduk. Penutup kepala ini disebut sebagai tikuluak tanduak balapak. Selanjutnya para penari wanita juka mengenakan kalung rumbai, kalung gadang, serta subang atau anting-anting khas Minang.

Akhir Kata

Nah itulah pembahasan tentang tari piring, semoga ulasan kali ini dapat bermanfaat dan bisa menjadi referensi bagi kita semua. Sekian dari saya, jangalupa baca juga ulasan seni tari lainnya dibawah ini, sampai jumpa di pembahasan yang lainnya.

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!