12 Tari Adat Tradisional dari Lampung

Tari Adat Tradisional dari Lampung lengkap dengan gambarnya – Halo sobat semua, berjumpa kembali di hari rabu yang cerah ini. Jadi pada kesempatan kali ini kami akan mencoba untuk mengulas tentang Seni Tari yang ada di daerah Lampung. Lampung adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang mana terletak di Pulau Sumatra tepat pada paling selatan. Sementara untuk Bandar Lampung sendiri itu terbentuk oleh gabungan dua kota yang dulunya terpisah yakni Teluk Betung (pantai teluk Lampung) dan Tanjung Karang (daerah perbukitan).

Tari Adat Lampung

Kemudian sejak tahun 1990 Pemda setempat berhasil menyatukan beberapa daerah dan menjadi sebuah kota yang terpadu yaitu Kota Bandar Lampung. Kita tahu bahwa Lampung memang sangat kaya akan objek wisata alam maupun buatannya yang sering dikunjungi oleh banyak wisatawan.

close

Selain itu, di provinsi ini juga memiliki beraneka ragam kebudayaan dan sebuah kesenian yang cukup terkenal. Salah satu kesenian itu yang masih terjaga kelestariannya hingga saat ini yaitu tari adat lampung. Berikut ini akan kami berikan beberapa dari tarian adat dari Provinsi Lampung, berikut ulasannya.

12 Tari Adat Tradisional dari Lampung

1. Tari bedana

Tari adat yang pertama yaitu Tari bedana. Tari ini merupakan tarian adat dari Lampung yang kental akan sebuah ajaran syariat Islam. Tari bedana juga telah dijadikan sebagai gambaran kehidupan bagi masyarakat Lampung yang mana memiliki sifat ramah serta keterbukaan.

Menurut sejarahnyatari bedana ini masih berkaitan dengan masuknya ajaran agama Islam yang dulunya ini ditarikan oleh kaum pria secara berkelompok ataupun bisa dikatakan dengan berpasangan dan hanya bisa dipertontonkan oleh keluarganya saja.

Pada zaman dulu, tarian bedana ini hanya digelar khusus untuk keluarga yang sedang khatam Al-Quran. Namun seiring berjalannya waktu, tari bedana ini sudah dapat disaksikan dan dimainkan ketika ada acara adat.

2. Tari cangget

Yang kedua yaitu Tari cangget, tari ini adalah salah satu tari adat tradisional yang berasal dari Lampung yang biasanya ini di tarikan oleh para pemuda-pemudi setempat. Pada tahun 1942 atau sebelum bangsa Jepang itu datang ke Negara Indonesia tarian ini sangat sering dimainkan ketika ada acara yang berkaitan dengan kegiatan gawai adat.

Misalnya saja seperti upacara pendirian rumah, kegiatan panen raya, dan juga biasanya untuk menghantarkan seseorang yang akan pergi beribadah haji ke Makkah. Pada waktu pementasan tarian ini berlangsung, biasanya akan terdapat sebuah alat musik tradisional yang mengiringi. Alat musik pengiring tersebut yaitu 1 buah bende, 8 hingga 12 lunik, 2 buah gong, 1 gendang, canang dan 2 pepetuk.

Kebanyakan dari masyarakat Lampung ini menjadikan tarian ini sebagai ciri khas dari Provinsinya. Dimana nantinya seluruh orang yang berkumpul menjadi satu, dan bisa mengikuti upacara serta mereka ini bisa saling berkenalan antar sesama.

3. Tari sembah

Tari sembah ini merupakan salah satu jenis tari adat tradisional yang berasal dari Lampung, yang mana ditampilkan oleh masyarakat guna keperluan untuk acara penyambutan dan penghormatan bagi tamu undangan. Masyarakat Lampung ini sering menyebutnya dengan tari sembah yaitu dengan julukan tari penyambutan.

Dalam pembawaannya, maka biasanya para penari ini menampilkan ekspresi dengan rasa gembira. Selain dijadikan sebagai tarian untuk penyambutan tamu, tari sembah ini juga ditampilkan dalam berbagai acara upacara seperti acara selamatan maras taon dan juga acara resepsi pernikahan.

Busana yang dikenakan para penari dalam tarian ini biasanya mengenakan busana khas daerah Lampung. Misalnya seperti busana pengantin asli suku Lampung dengan mengenakan siger dan tanggai. Tentunya terdapat keunikan yang ada di dalam tari sembah ini, di mana dalam pementasannya itu mempertunjukan aksi tabur beras kunyit.

Penaburan ini dijadikan sebagai sebuah simbol doa permohonan dan kegembiraan serta keselamatan bagi para tamu undangan yang hadir. Apalagi di era sekarang ini, tari tradisional sembah ini sudah dapat dipentaskan dalam acara tingkat nasional  ataupun internasional.

Selain memiliki sebuah keunikan tersendiri, tari sembah pun mempunyai sebuah ciri khas yang terletak pada penarinya yaitu si penari memakai kuku panjang yang terbuat dari emas ataupun tembaga dan menarikan dengan gerakan yang sangat lemah gemulai.

4. Tari sigeh pengunten

Tari sigeh pengunten adalah tarian pengembangan dari tari sembah khas dari Lampung. Untuk gerakan dari tari sigeh ini diserap dari beberapa campuran tari tradisional yang ada di Lampung. Sehingga kemungkinan kebudayaan yang ada dan dimiliki oleh Provinsi Lampung bisa diperkenalkan melalui tarian ini.

Selain itu, kini tari sigeh pengunten ini juga digelar untuk prosesi acara ritual dalam penyambutan resepsi pernikahan. Adapun gambaran mengenai tarian ini yaitu tentang mengisahkan rasa gembira atas kedatangan tamu undangan dan sebuah ungkapan bentuk penghormatan terhadap para tamu undangan yang telah hadir.

Para penari tari sigeh pengunten ini mengenakan busana asli dari penari sembah, yaitu baju kurung (sesapur) yang berwarna putih atau bisa juga mengenakan baju yang tidak memiliki rangkai di bagian sisinya, namun pada sisi bawahnya terdapat sebuah hiasan yang berbentuk koin dengan berwarna emas atau perak dan juga digantungi berangkai.

Sedangkan pada bagian bawahannya itu para penari akan mengenakan kain tapis seperti kain tenun tradisional khas provinsi Lampung yang terbuat dari bahan katun dengan bersulam emas dan motif tumpal atau pucuk rebung.

5. Tari sekura

Tari sekura atau tarian topeng atau dalam bahasa lokalnya yaitu Tari Tuping. Tari ini biasa digelar dalam pada acara pesta adat sekura yang dilakukan di setiap awal bulan Syawal. Tarian ini mempunyai tujuan yaitu untuk mengungkapkan rasa syukur, kegembiraan atau sukacita dan introspeksi pada sikap dan tingkah laku yang telah diperbuat oleh manusia.

Berdasarkan lakon penokohannya, tari Sakura ini terbagi atas beberapa karekter. Diantaranya adalah: tari sekura anak, sekura kesatria, sekura cacat, sekura tuha, sekura raksasa dan juga ada sekura binatang.

6. Tari nyambai

Tari adat tradisional darLampung yang satu ini sering dimainkan ketika memasuki tradisi pagelaran peresmian gelar adat sekaligus bersamaan dengan suatu acara upacara perkawinan. Asal mula dari nyambai diserap dari kata cambai yang artinya sirih. Di mana Sirih di wilayah sini menyimbolkan rasa kebersamaan ataupun keakraban di masyarakat provinsi Lampung.

Filosofi dibalik kata nyambai yang sebetulnya memiliki makna yaitu antara pria dengan gadis yang dipertemukan dengan tujuan untuk berkenalan dan menyambung tali silaturahmi. Nah, jadi dapat disimpulkan bahwa tari nyambai ini dapat digunakan untuk ajang dalam pencarian jodoh bagi pria dan gadis tersebut.

Dalam pelaksanaannya, tari tradisional ini diikuti oleh para kaum bangsawan. Tarian dipentaskan di lamban gedung yang merupakan tempat tinggal ketua adat atau kepala suku sekaligus tempat musyawarah.

7. Tari Melinting

Berikutnya yaitu bernama Tari Melinting. Sesuai dengan namanya, bahwa Tarian asal Lampung yang satu ini berasal dari daerah Melinting, tepatnya di Kecamatan Labuhan Meringgai, Lampung Timur, Provinsi Lampung. Sebenarnya sama seperti no. 2 diatas, bahwa tarian ini diperkirakan sudah ada sejak awal agama islam masuk ke Nusantara.

Arti kata Melinting sendiri adalah “Membawa”, yang mana ini sudah menjadi filosofi bahwa yang dimaksud “membawa” disini adalah kehadiran Agama Islam beserta misinya untuk memasuki wilayah Nusantara kala itu.

Menurut info yang beredar di masyarakat, tarian ini diciptakan oleh Ratu yang memimpin daerah Melinting itu sendiri, sehingga ketika awal tarian ini diciptakan, sifatnya cukup sakral. Namun kini, Tari Melinting telah bisa dimainkan secara bebas di masyarakat.

Di dalam tarian ini ada 2 gerakan tari yang paling menonjol, yakni gerakan Murni dan Maknawi. Sementara untuk gerakan yang biasa digunakan, terbagi menjadi 2 yaitu gerakan putra dan putri, yang mana meliputi babar kipas, sukhung, jong sumbah, sekapan balik palau, kenui melayang niduk, salaman, suali, biti batang, luncat kijang dan lapah ayun.

8. Tari Sigeh Pengunten

Tari Tradisional asal daerah Lampung selanjutnya yang bernama Tari Sigeh Pengunten, dimana ini merupakan salah satu contoh dari Tari Kreasi Baru asal daerah tanah Lampung, biasanya digunakan untuk menyambut tamu dan tokoh penting yang berkunjung ke daerah Lampung.

Untuk masyarakat Lokal, Tari Sigeh Pengunten ini sering dimainkan di berbagai acara resmi dan juga non resmi, mulai dari acara pernikahan, perayaan pentas seni, acara perpisahan sekolah dan sebagainya. Jadi, secara keseluruhan, tarian ini menggambarkan ungkapan kegembiraan atas kehadiran para tamu.

9. Tari Merak

Tari Khas Lampung yang selanjutnya bernama Tari Merak. Sesuai dengan namanya, bahwa tarian ini menggambarkan suasana kehidupan si burung merak, serta menggunakan sebuah properti dan perlengkapan yang menyerupai burung merak.

Sebut saja seperti halnya penutup kepala pada bagian mahkotanya, yang dihiasi bulu-bulu halus yang indah, begitu pula pada busana dan sayap yang dikenakan para penari. Tari Kreasi Baru yang biasanya dimainkan secara massal ini diciptakan oleh R. Tjetje Somantri.

Fungsi dari Tari Merak Lampung sendiri yaitu diperuntukkan dalam ajang penyambutan gelar, serta mendeskripsikan bagaimana keluhuran budi, kesopanan berperilaku dan hal-hal positif lainnya dari masyarakat Lampung.

10. Tari Halibambang

Berikutnya adalah Tari Halibambang, yang mana tari ini berasal dari Suku Sekala Brak. Tarian ini sering dibawakan pada acara pernikahan, yang terdapat pesta Nyambai. Tarian ini sering dijadikan hiburan untuk menghibur para tamu undangan yang hadir.

Nama Halibambang sendiri diambil dari 2 suku kata, yakni kata Hali (Seperti) dan kata Bambang (Kupu-kupu). Jadi, bisa disimpulkan bahwa tarian ini menggambarkan sebuah seekor kupu-kupu yang sedang terbang, ke angkasa dengan mengepakkan sayapnya yang indah dan bebas.

Pada awal kemunculannya, untuk tarian ini dimainkan secara tertutup, khusus biasanya untuk keluarga yang berasal dari Suku Sekala Brak saja. Namun untuk saat kini, seiring perkembangan zaman telah menjadikan tarian umum di masyarakat.

11. Tari Nyambai

Tarian Tradisional Lampung yang berikutnya adalah Tari Nyambai, diambil dari 2 kata yakni Cambai dan Sirih. Sirih sendiri dilambangkan sebagai bentuk kebersamaan dan keakraban rakyat lokal di Lampung.

Menurut berbagai sumber, Tari Nyambai ini sudah ada sejak zaman sebelum Indonesia merdeka. Tarian ini merupakan kreasi dari tari Dibingi dan tari Kipas. Gerakan paling dominan diantaranya adalah Kekindai, Kesesayak, dan Mampang Kapas.

Tarian ini penuh kebahagiaan dan ditujukan sebagai sarana komunikasi antara pemuda dan pemudi, untuk menjalin dan saling menjaga silaturahmi. Selain itu, juga tari ini dijadikan sebagai media mencarian jodoh bagi pria dan wanita di daerah tersebut.

12. Tari Piring Duabelas

Tari daerah Lampung yang terakhir yaitu bernama Tari Piring Duabelas. Tarian ini diprediksi sudah ada sejak jaman kuno sebelum Indonesia merdeka. Awalnya, Tarian adat ini dibedakan menjadi 2 golongan berdasarkan warna busana yang dipakai.

Adapun untuk warna kuning dan dipakai di area sisi kanan, warna itu melambangkan sebuah keluarga kerajaan seperti pangeran dan putri. Lalu warna yang kedua yaitu warna putih, dipakai di sisi kiri, melambangkan ungkapan masyarakat atau pemegang adat

Penutup

Nah demikianlah, ulasan yang cukup singkat mengenai Tari Tradisional yang berasal dari Lampung dengar penjelasan dan juga beberapa gambarnya. Semoga dengan adanya artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan bagi sobat semua. Terimakasih sudah membaca artikel ini sampai jumpa lagi di ulasan yang lainnya.

Nilai Kualitas Konten

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!