Srategi Bertahan Bisnis di Masa COVID-19

            Srategi Bertahan Bisnis di Masa COVID-19 – Bisnis merupakan salah satu profesi yang ada sejak zaman rasul. Rasulullah terlibat dalam perdagangan/bisnis dikarenakan Rasulullah tumbuh ditengah-tengah keluarga yang berprofesi sebagai pedagang/pembisnis. Dalam menjalankan bisnisnya, Rasulullah selalu bersifat jujur, jika ada barang yang cacat maka Rasulullah menyampaikan serta banyak sifat-sifat yang patut dicontoh lainnya dalam berbisnis.

Srategi Bertahan Bisnis di Masa COVID-19

            Rasululah merupakan pebisnis yang sangat terkenal. Hampir diseluruh penjuru jazirah arab mengenal Rasulullah pada masa tersebut, sehingga tercatat 17 negara yang Rasulullah arungi/singgahi selama menjalankan bisnisnya.

            Dalam menjalankan bisnisnya, Rasulullah memiliki beberapa strategi pengelolaan, seperti: Melihat kebutuhan pasar, memilih target, dan strategi produk. Strategi bisnis pada zaman Rasulullah juga banyak yang diterapkan pada zaman sekarang dengan melihat kondisi sesuai pada zaman atau kebutuhannya.

4 Strategi Pemasaran

Terdapat beberapa strategi dalam pemasaran, salah satunya adalah strategi bauran pemasaran (marketing mix). Marketing mix atau bauran pemasaran merupakan salah satu alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan dalam bebisnis. Strategi bauran pemasaran dibedakan menjadi dua jenis, yaitu strategi bauran pemasaran produk barang dan strategi bauran pemasaran produk jasa. Adapun strategi bauran pemasaran produk barang dikenal dengan 4P, yaitu:

  • Product (Produk)

Produk yang dihasilkan merupakan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau konsumen. Kualitas produk dan keunikan produk yang diciptakan merupakan hal yang dapat menarik konsumen untuk membelinya atau menggunakannya. Dengan begitu, secara otomatis mampu meningkatkan daya saing di pasaran.

  • Price (Harga)

Harga yang ditawarkan sesuai dengan kulitas barang yang didapat oleh pelanggan nantinya. Sehingga tidak mengecewakan konsumen dan konsumen kembali menggunakan produk yang diciptakan.

  • Place (Tempat)

Tempat bisnis atau perdangan yang strategis merupakan salah satu hal harus diperahtikan dalam kelangsungan suatu bisnis. Semakin strategis tempat perdangan maka semakin berpengaruh pula terhadap bisnis yang dijalankan.

  • Promotion (Promosi)

Cara memasarkan produk merupakan salah satu strategi yang sangat berpengaruh terhadap suatu bisnis. Promosi memiliki beberapa tujuan, salah satunya untuk menarik konsumen agar memakai atau membeli produk yang dipasarkan oleh perusahaan,

            Dalam marketing mix (bauran pemasaran) produk jasa sama halnya seperti produk barang, hanya saja pada produk jasa terdapat beberapa tambahan, yaitu:

  • People (Orang)

Sumber daya manusia meripakan faktor yang menentukan kemajuan suatu perusahaan atau bisnis.

  • Process (Proses)

Proses dalam berbisnis merupakan hal yang juga penting seperti bagaimana proses dalam pemenuhan permintaan konsumen.

  • Costumer Service (Sevis Layanan)

Layanan servise merupakan hal yang sangat peting bagi produk jasa, tidak heran jika banyak perusahaan berani membayar mahal untuk merekrut karyawan yang memiliki etika yang baik. Pelayanan merupakan hal yang juga sangat menetukan bagi suatu perusahaan. Karena layanan yang akan memberikan nilai lebih terhadap suatu perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari perushaaan lembaga keuangan dimana costumer service mengaplikasian layanan yang baik.

            Saat ini, media teknologi dan media sosial merupakan salah satu wadah untuk memasrakan suatu produk. Contoh media tekonlogi adalah handphone, TV dan masih banyak lagi. Sedangkan, contoh media sosial adalah instagram, twitter, facebook dan masih banyak lagi media sosial lainnya yang bisa menjadi wadah promosi suatu produk barang atau jasa. Dan perusahaan-perusahaan atau pembisnis saat ini juga memanfaatkan media tekonologi dan media sosial sebagai salah satu strategi marketing. Hal ini memiliki dampak yang amat sangat baik terhadap perkembangan suatu bisnis atau usaha.

            Beberapa bulan terakhir ini, dunia digemparkan dengan merebaknya satu virus yang dikenal dengan virus corona atau virus covid-19 yang memakan ribuan korban, dari korban yang memerlukan perawatn kemudian sembuh ataupun korban yang akhirnya tidak tetolong. Virus ini menyebabkan beberapa instansi pemerintah setiap Negara membuat kebijakan masa karantina selama minimal 2 bulan bahkan 3 bulan dan ada juga beberapa Negara yang memilih untuk mengeluarkan kebijakan lockdown negaranya untuk memperlambat penyebaran covid-19 atau virus corona ini. Karena seperti yang sudah kita ketahui,bahwa virus ini merupakan virus yang gampang menyebar dan mematikan.

            Virus covid-19 atau virus corona ini memiliki dampak yang sangat besar bagi perekonomian suatu Negara hal ini dibuktikan dengan melemahnya rupiah serta menguatnya dollar shinggga membuat pemerintah mulai menerapkan beberapa kebijakan dalam perekonomian agar tetap stabil.

            Virus covid-19 juga berdampak kepada perusahaan-perusahaan yang akhirnya harus meneutup usahanya kerana tidak bolehnya berkumpul atau berada disuatu tempat dengan masa yang sangat banyak sehingga akan berdampak pada mudahnya penyebaran virus covid-19-. Beberapa perusahaan juga memilih untuk memberhentikan beberapa karyawannya secara sepihak karena beberapa pertimbangan perusahaan tersebut.

            Para pedagang asongan, pedagang pasar, pedagang kaki lima, restoran/rumah makan bahkan mall-mall besarpun serta pedagang atau pebisnis lainnya juga merasakan dampak negatif  pada perekonomian efek dari virus covid-19 ini. Banyak pedagang-pedagang yang akhirnya memilih untuk tidak berjualan karena adanya himbauan dari pemerintah untuk tetap dirumah agar memperlembat penyebaran dari wabah virus covid-19 ini. 

Hal ini berdampak bagi terhadap pendapat pedagang-pedagang tersebut. Sedangkan rumah makan/restoran, pelanggan mulai berkurang sehingga banyak rumah makan/restoran yang bahkan sepi tidak seperti hari-hari biasanya. Dan banyak lagi bisnis-bisnis lainnya yang akhirnya vakum karena wabah ini.

            Beberapa alteratif lainnya untuk tetap menajalankan bisnis dimasa pandemi ini dapat memanfaatkan media tekonologi dan media sosial. Dimana teknologi ini dapat digunakan oleh hampir dari semua kalangan. Para pembisnis atau pedagang dapat bekerjasama dengan perusahaan-perusaahaan starup ataupun memanfaatkan aplikasi marketplace dan aplikasi lainnya untuk mamasrkan produk sehingga bisnis yang dirintis tetap berjalan dan tetap dapat dirasakan oleh masyarakat atau konsumen.

            Saat ini market place dan starup memiliki perkembangan yang sangat baik dalam dunia bisnis. Jadi tidak ada salahnya jika para pembisnis atau pedagang yang belum bergabung dengan starup atau market place untuk bergabung sehingga produknyadapat dikenal masyarakatdan tetap mendapatkan pendapatan.

            Hal ini juga memudahkan masyarakat. Jadi masyarakat tidak perlu harus keluar untuk bisa menikmati atau mendapatkan makanan, minuman ataupun jasa yang diinginkan. Tetap berada dalam rumah dengan menjaga kondisi kesahatan dan membantu pemerintah untuk memperlambat penyebaran virus covid-19 atau virus corona ini serta tetap mendapatkan apa yangdibutuhkan. Oleh karena itu penggunaan media teknologi ataupun media sosial memiliki manfaat yang banyak bagi masa pandemi seperti saat ini.

Penulis : Thalbiyatul ababillah Hasan

Mahasiswi Perbankan Syariah 17 STEI SEBI

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!