200 Pantun Gombal Rayuan Cinta Lucu dan Romantis

Pantun Gombal Rayuan Cinta Lucu Dan Romantis – Halo sobat blogsiana, berjumpa kembali di hari Sabtu yang cerah ini. Pada kesempatan hari yang bahagia ini saya akan berbagi kebahagiaan kepada kalian semua yaitu dengan cara berbagi sebuah bait pantun yang romantis dan super lucu alaias ngegombalin.

Pantun Gombal Rayuan Cinta Romantis

Disini sudah saya siapkan beberapa ratus bait Pantun Gombal Rayuan Cinta Lucu Dan Romantis yang dapat kalian kutip. Nah, bagi sobat yang gemar berpantun di hadapan wanita atau ngegombal melalui media sosial maka dapat mengambil referensi pada kumpulan bait pantun gombal dibawah ini.

Berikut ini ada banayk kategori pantun gombal dan romantis yang super seru dan lucu, dijamin bagi siapapun yang membacanya akan ngakak dan tentunya akan baper. Nah, bagi sobat yang sudah tidak sabar lagi ingin membaca kumpulan Pantun Gombal Rayuan Cinta Lucu Dan Romantis, langsung saja simak sebagai berikut !

Ingin Punya Pacar Romantis
Beli baju onlie saja,
murah harga bagus kualitasnya.
Siang malam aku berdoa,
moga dapat pacar setia.

Makan tahu dengan petis,
rambut siapa amat kelimis.
Ingin pacar yang romantis,
kalau tersenyum sangat manis.

Nasi merah nasi ketan,
rindu sangat si nasi lemang.
Moga dapat yang pengertian,
orangnya dewasa jiwanya matang.

Kalau berjalan jangan tabrakan,
nanti badan lebam-lebam.
Kalau aku marah dia menenangkan,
kalau aku bermanja diapun paham.

Kenyang perut kenyang,
nasi tak bisa lagi ditelan.
Sayang sungguh sayang,
itu semua pacar khayalan.

Mana ada suka paku,
paku mainan si tukang badut.
Mana ada yang terima aku,
pipi tembem tapi perut gendut.

Pantun Takut Nembak
Siapa punya nuri gelatik,
warnanya hijau lurik-lurik.
Siapa dia cewek cantik,
hatiku bergoncang saat dilirik.

Harga baju sekarang murah,
beli kain yang amat lebar.
Bibir indah berwarna merah,
bikin dadaku berdebar-debar.

Satu titik tak berkutik,
dua koma menjadi lima.
Sudah cantik orangnya baik,
sangat sopan kepada sesama.

Indah taman dudukpun lama,
senang mata memandang bunga.
Ingin rasanya hidup bersama,
membangun rumah tangga bahagia.

Padi kuning terkena hama,
ulat kecil dimakan dara.
Tapi semua keinginan percuma,
nembak saja takut tak terkira.

Pantun Gombal Lucu Bahagia

Sebenarnya seorang wanita itu suka di puji, tapi dia gak suka digombalin aja. Karena gombal itu identik dengan merayu sekaligus memuji tapi biasanya cuma bikin baper wanitanya. Tapi ngegombal itu tidak hanya bisa dilakukan oleh seorang pria tapi wanita juga bisa ngegombal, hanya saja yang biasa ngegombal itu mayoritas seorang Pria. Karena wanita itukan dia gengsinya tinggi, apalagi perihal mau ngasih pujian ke cowoknya, kadang suka mikir-mikir dulu. Bener enggak?

Pakai hijab motif batik,
Sangat anggun saat berjalan.
Wahai cewek si gadis cantik,
Boleh dong kita kenalan.

Kalau kaki hendak berjalan,
Jangan banyak macam pikiran.
Kalau hari ini tidak kenalan,
aku akan semakin penasaran.

Pinggir kali tumbuh jati,
Sayang pohonnya sudah mati.
Sekali pandang langsung jatuh hati,
Apakah ini yang dinamakan cinta sejati?

Anak Melayu main layang-layang,
Angin bertiup tubuh bergoyang.
Sekali pandang terbayang-bayang,
Mungkin sudah tumbuh cinta dan sayang.

Dari Malaka ke Kota Pinang,
Pulang jauh beli selendang.
Hati ini merasa senang,
Saat kita beradu pandang.

Anak bangau mencari ikan,
Turun ke sawah cari ke kali.
Walaupun jarak memisahkan,
Jauh di mata dekat di hati.

Sungguh indah batu permata,
Simpan ia di dalam peti.
Izinkan kungkapkan rasa cinta,
Pada adinda permata hati.

Harum mawar dan selasih,
Penghias istana kerjaan.
Kan kutabur cinta dan kasih,
Untukmu wahai gadis pujaan.

Dengar bunyi suara belati,
Lihat halaman amat bersih.
Rasa sunyi dalam hati,
Saat jauh darimu kekasih.

Pergi ke sawah menanam padi,
Padi dipanen dapat sekati.
Cinta ini kan abadi,
Tak kan pudar hingga mati.

Pantun Gombalan Romantis

Namanya juga ngegombal, biasanya romantis. Sebenarnya ngegombal itu bagus kok asal sesuai dengan orangnya aja, kalau salah orang malah bisa-bisa di gambar kamu. Oleh karena itu kalau mau uji nyali coba deh gombalin pacarnya orang di depan pacarnya kalau gak kamu yang di gamparin sama cowoknya hehe…

Turun hujan ladang basah,
Ibu asyik duduk merenda.
Kenapa hati terasa resah,
Rupanya rindu pada adinda.

Mari buat kue loyang,
Untuk puteri juga para dayang.
Siapa bilang aku tak sayang,
Siang malam terbayang-bayang.

Kalau jatuh dalam kereta,
Mungkin bertemu dengan genta.
Kalau sudah jatuh cinta,
Kekuranganpun indah di mata.

Tumbuh tinggi alang-alang,
Buah petai satu kepingan.
Sakit hati bukan kepalang,
cintaku bertepuk sebelah tangan.

Memintal kapas jadikan benang,
Wajah rupawan selalu membayang.
Hanya adinda yang terkenang,
Itulah pertanda cinta dan sayang.

Telah dilempar segala sauh,
Duduk terkulai di bawah perdu.
Tak ingin pergi jauh,
Bagaimana kelak mengobati rindu?

Kenapa hilang buah padi,
Saat dicari temukan ragi.
Kenapa melamun dari tadi,
Takut dinda marah lagi.

Hendak bertanya terasa segan,
Akhirnya kaki jatuh ke liang.
Marahlah adinda jangan sungkan,
Biar marah abang tetap sayang.

Batu belah tempatnya batik,
Mengalir air untuk diminum.
Waktu marah masih cantik,
Apalagi kalau tersenyum.

Lompat jauh si anak tupai,
Berhenti di atas daun jati.
Kalau dinda memang pandai,
Dimana letaknya cinta sejati?

Mangga harum namanya kweni,
Dimakan oleh pertapa sakti.
Cinta sejati ada di sini,
Di hati ada, di luar terbukti.

Ada landak di atas nampan,
Lalu duduk di bawah dipan.
Jika hendak mencari yang tampan,
Yang tampan ada di depan.

Ramai sungguh di hari raya,
Semua orang merasa bahagia.
Jika ingin mencari yang setia,
Memang akulah orangnya.

Makan tahu dicampur petis,
Anak kecil bermain kasti.
Kalau mau yang romantis,
Diriku memang sudah pasti.

Masih dingin menjemur padi,
Terkena air padinya hancur.
Kalau ingin cinta abadi,
Jauhkah dusta biasakan jujur.

Anak ikan makan jerami,
Mati satu ketika pagi.
Cinta akan tumbuh bersemi,
Bila kita sama berbagi.

Ke atas genteng naik tangga,
Hati-hati banyak lumutnya.
Kuharap kasih hingga ke surga,
Tak sebatas hanya di dunia.

Pantun Gombal Cinta Buat Cowok

Nih, buat kalian para cewek yang saat ini lagi cari referensi pantun ngegombalin cowoknya atau gebetan barunya. Disini ada beberapa bait pantun ngegombal yang siper romantis dan tentunya bakalan bikin gebetanmu makin di mabuk kasmaran. hehe..

Rasa murka tuan raja,
Saat badai sedang melanda.
Kalau suka nyatakan saja,
Jangan disimpan di dalam dada.

Hijau ranau warna Bumi,
Mata menatap kaki berhenti.
Cinta bisa tumbuh bersemi,
Bila tulus dari hati.

Untuk apa menebang kayu,
Menebang kayu tiada gunanya.
Untuk apa merayu-rayu,
Katakan saja apa adanya.

Masa muda telah berlalu,
Hanya melamun dan terpaku.
Hendak bertanya terasa malu,
Benarkah dikau sayang padaku?

Naik sampan tiada dayungnya,
Naik rakit basah badannya.
Sudah tampan baik hatinya,
Alangkah beruntung pendampingnya.

Api tungku merebus jamu,
Api semangat datanglah harta.
Kutunggu tiada bertemu,
Kunanti tiada kabar berita.

Perahu melaju oleh nelayan,
Papan belah untuk titian.
Bukan gombal bukan rayuan,
Kuingin suatu kepastian.

Permata kata dibuat madah,
Disusun oleh penyair bestari.
Cinta ibarat permata indah,
Lebih indah di tangan sang puteri.

Bila duri berbentuk jangkar,
Mungkin mudah untuk digambar.
Aku ibarat nuri di sangkar,
Hendak terbang takut disambar.

Pena hilang habislah tinta,
Air asam bercampur cuka.
Dalam hati tumbuh cinta,
Sebab seringnya bertatap muka.

Jangan rakus terhadap harta,
Bila tiada sampai ke surga.
Mungkinkah impian ini jadi nyata,
Ataukah sekedar angan belaka.

Nonton persib di Kediri,
Dengar dongeng tentang serunti.
Begini nasib punya bidadari,
Bahagia ngga berenti-berenti.

Pantun Gombal Paling Romantis

Nih yang masih kurang bahan pantun ngegombal, masih ada lagi beberapa daftar bait pantun ngegombal yang seru romantis. Dapat dipastikan aksimu bakalan memukau di muka cewekmu. Apalagi kamu ini seorang publik figure weew pokoknya bakalan sukses deh..

Teduh-teduh pergi mancing,
Kaki kotor menginjak tanah.
Aduh-aduh kepala pusing
Keinget kamu yang di rumah.

Burung dara terbang melayang,
Badannya kecil sungguh ringan.
Bagaimana si abang sayang
Lagi kerja kok uring-uringan.

Burung dara badannya ringan,
Hinggap dulu ke batang dahan.
Bukan abang uring-uringan
Kangen kamu ga ketahan.

Tengah telaga amat terang,
Warna biru langit membentang.
Sore juga nanti pulang,
Jangan buru-buru dong bang.

Sarapan pagi anget-anget,
Minum jamu segelas kurang.
Nunggu sore lama banget,
Pengen ketemu kamunya sekarang.

Anak raja belajar renang,
Dalam kemah menari zapin.
Abang kerja yang tenang,
Di rumah aku lagi siapin.

Hujan gerimis datang menyapa,
Buah kedondong tebal dalamnya.
Adik manis nyiapin apa,
Boleh dong abang bertanya.

Ada rendang ada ikan,
Sedang membuat bumbu racikan.
Adik sedang siapin masakan,
Abang pulang kita makan.

Pasang teralis bambu gantar,
Belah ujungnya lebar-lebar.
Adik manis memang pintar,
Hati ini makin tak sabar.

Bunga tumbuh terbit kembang,
Tanah sawah ditanam bawang.
Aku sayang sama abang,
Apalagi pulang bawa uang.

Pantun Mesra Bikin Baper

Biasanya yang mesra-mesar itu bikin baper yak, bener gk? nah, disini saya ada lagi nih beberapa deretan pantun mesra yang bakalan bikin pasanganmu makin ser-ser alias klepek-klepek dan tak berdaya lagi,. hehee,, ikan kehabisan air kali yak?hehe…

Daun salam untuk dayang,
Di langit muncul halilintar.
Waalaikum salam abang sayang,
Tunggu dulu ya sebentar.

Anak kecil beli mainan,
Main di sawah lewat galengan.
Cium pipi kiri dan kanan,
Nih abang kangen ga ketulungan.

Sungai besar banyak betutu,
Sampan kecil terus melaju.
Lepaskan dulu sepatu
Jangan lupa ganti baju.

Jalan-jalan ke Pantai Blanakan,
Lihat burung main di tiang.
Oke siap abang laksanakan,
Demi adik yang tersayang.

Kota Subang kota nanas,
Kebun hijau banyak ciplukan.
Ini bang kopi panas,
Kopi hitam kesukaan.

Satu koma dua titik,
Turun hujan rintik-rintik.
Terimakasih bidadari cantik,
Kamu memang sangat baik.

Kapulaga teh tarik,
Tambah sedikit gula batu.
Abang juga orang yang baik,
Selalu perhatian sama aku.

Hari selasa tanam melati,
Disiram air supaya berseri.
Bahagia rasa di hati,
Punya anugerah seorang istri.

Ingin berkebun tak punya lahan,
Tanah sawah sungguh berlumpur.
Semua ini nikmat Tuhan,
Kepada-Nya kita bersyukur.

Upin Ipin dengan Ijat,
Pergi ke kebun panjat kelapa.
Masakan adik sangat lezat,
Semua ini bumbunya apa?

Merah mentari saat senja,
Sungguh indah manjakan mata.
Bumbunya sih biasa aja,
Tapi dimasak dengan cinta.

Upin lari mengejar Upin,
Badan jatuh tersangkut kain.
Sini dik abang suapin,
Biar mesra kayak yang lain.

Bola lempar mainan raja,
Dari sabtu hingga senin.
Kalau lapar makan aja,
Di sini adik untuk nemenin.

Malam hari sujud berdoa
Hujan gerimis banyak kilatnya.
Mending makan berdua,
Supaya tambah rasa nikmatnya.

Ikan sudah roti sudah,
Yang belum cuci tangannya.
Makan sudah ngopi sudah,
Yang belum tinggal…apa ya?

Ikan sudah roti sudah,
Yang belum hanya kendinya.
Makan sudah ngopi sudah,
Yang belum tinggal mandinya.

Jika membuat kue keripik,
Tangan sakit sampai ke sendi.
Kalau sudah lihat si cantik,
Kenapa bisa lupa mandi.

Daging gulai dimakan pagi,
Kain baru di dalam peti.
Abang mulai merayu lagi,
Sana mandi, aku menanti.

Nelayan membawa ikan teri,
Perahu berlayar ke pulau Bali.
Baiklah wahai tuan putri,
Tunggu aku akan kembali.

Angin bertiup membawa debu,
Pelajar pergi mencari ilmu.
Hari ini rinduku menggebu
Rindu menggebu kepadamu.

Kenapa angin membawa debu,
Hanya bayang-bayang yang semu.
Kenapa masih mengucap rindu,
Senja ini kan kita sudah bertemu.

Banyak gedung berbaris-baris,
Hanya satu indah di mata.
Banyak cewek yang manis,
Hanya kamu yang aku cinta.

Rumput teki di antara pinang,
Burung berkicau penuh irama.
Banyak lelaki datang meminang,
Hanya kamu yang aku terima.

Air mengalir ke tempat rendah,
Kebun hijau tumbuh lada.
Senja ini begitu indah,
Tambah sempurna kamu ada.

Syair pujangga di daun lontar,
Membeli domba 2 dinar.
Hati ini masih bergetar,
Menatap matamu bening bersinar.

Perahu sampan membawa rusa,
Jala ditebar ke tengah telaga.
Jika menyimpan sebuah rasa,
Tentu debar-debar di dalam dada.

Hari cerah indah awannya,
Gubuk tua rusak atapnya.
Bibir merah siapa yang punya?
Sungguh menawan saat menatapnya.

Kicau pagi suasana riang,
Burung nuri keluar sarang.
Bibir ini untuk abang sayang,
Hanya untuk kamu seorang.

Burung gelatik apa warnanya
Pisau keris di atas kepala.
Bibir cantik apa rasanya,
Apakah semanis rasa gula?

Ambil bambu cukup sebatang,
Pohon kelapa setinggi pinang.
Setiap malam minggu datang,
Entah kenapa hatiku senang.

Pita ungu lima kilan,
Cendrawasih dari Irian.
Malam minggu jalan-jalan
Dengan kekasih berdua-duaan.

Suara keras burung pelikan,
Burung puyuh di pesawan.
Makan bareng asyik-asyikan
Asal jangan habis gaji sebulan.

Pempek ikan seluang,
Warna putih bagaikan awan.
Kalau capek langsung pulang,
di rumah kita seru-seruan.

Burung camar hinggap di dahan,
Turun ke bawah mengambil ikan.
Masuk kamar langsung rebahan,
Eh, ada si dia yang butuh pelukan.

Emas perunggu daun lempuyang,
Lima kilo santan yang kental.
Malam minggu kupeluk yayang
Kasian jomblo meluknya bantal.

Jalan kaki ke Telaga Remis,
Mawar mewah setinggi betis.
Setiap kali hujan gerimis,
Suasana rumah makin romantis.

Kalau dara terobos angin,
Terbang melayang ke selatan.
Walau udara semakin dingin,
Bersama yayang penuh kehangatan.

Burung hantu di atas atap,
Insan berdiang di perapian.
Di balik pintu jomblo meratap,
Hidup sendiri hatinya kesepian.

Luas langit bertabur awan,
Ramai orang saat perayaan.
Sabar sabarkan hati hai jomblowan,
Akan datang waktu bermesraan

Pujangga tua membuat madah,
Bersenandung dengan kata.
Musim hujan datanglah sudah,
Suasana mendung setiap senja.

Air menetap jadi genangan,
Menyusur malam tanpa suara.
Gerimis ini membawa kenangan,
Selalu rindu pada kekasih lama.

Sungai bersih tak menggenang,
Untuk menyiram kebun bawang.
Kekasih lama usang dikenang,
lebih baik untuk dibuang.

Sisi sungai banyak tumbuhan,
Berenang-renang ke tepian.
Hujan turun membawa kesedihan,
Para jomblo hidup kesepian.

Syair dibuat sangat indah,
Menuju istana kaki melangkah.
Hujan ini membawa berkah,
Apalagi buat yang sudah menikah.

Siang hari membuat bakwan,
Sungai Kampar tempat si ikan.
Masuk kamar berdua-duaan,
saling melempar kata rayuan.

Kalau sudah kayu-kayuan,
Tak lama lagi dibuat papan.
Kalau sudah rayu-rayuan,
Tak lama lagi buka-bukaan.

Burung jalak di pohon pala,
Surya silau pagi merekah.
Sudah enak dapat pahala,
Begitu kalau orang menikah.

Dongeng peri dongeng panda,
Dengar kancil dengan buaya.
Suami istri saling bercanda,
Dicatat sebagai amal berpahala.

Maju mundur hanya selangkah,
Waktu subuh turun ke rawa.
Wahai jomblo ayo menikah,
Jangan menunggu sampai tua.

Elang putih dari Jawa,
Cerita lutung tanah Sunda.
Hati pedih karena kecewa,
Si jantung hati pergi ke mana.

Buah berduri pohon berduri,
Daun talas membungkus ketan.
Cinta kuberi kasih kuberi,
Dia balas dengan pengkhianatan.

Bagaimana rasa tak perih,
Luka lama dalam balutan.
Bagaimana hati tak sedih,
Punya kekasih tak perhatian.

Kalau kutahu turun ke rawa,
Lebih baik mengikut raja.
Kalau kutahu akan kecewa,
Lebih baik sendiri saja.

Tanah berair ada lintah,
Lintah datang dari sawah.
Orang kata memadu cinta,
Kenyataan sama-sama kecewa.

Siapa main di pancuran,
pancuran itu amat rentan.
Siapa suruh berpacaran,
Pacaran itu jalan setan.

Kue lemang di daun jati,
pancing tersangkut di daun ubi.
Kalau memang cinta sejati,
Akan mengikut ajaran Nabi.

Jalan-jalan ke kota Liwa,
pulang esok hari selasa.
Pacaran itu membuat kecewa,
Sudah kecewa mendapat dosa.

Kalau kerang punya permata,
nelayan tidak akan bekerja.
Kalau benar memang cinta,
Lebih baik menikah saja.

Sengat lebah membuat luka,
dekat sarang berjaga-jaga.
Dengan menikah halal cinta,
Pahala besar mendapat surga.

Pantun Gombal Super Romantis

Dingin malam minum sekoteng,
Belinya dekat pinggir jalan.
Hai cowok ganteng,
Boleh dong kita kenalan.

Kue lebaran hendak dihantar,
Jauh kotanya di Karang Asem.
Sudah ganteng anaknya pintar,
Bikin diriku makin kesengsem.

Haus tenggorakan minum degan,
Bawa kue di atas nampan.
Kenapa hatiku deg-degan,
Karena melihat cowok tampan.

Perahu sampan membawa jati,
Untuk dibuat kotak peti.
Sudah tampan rendah hati,
Bikin perawan tergoda hati.

Indah sungguh batu permata,
Simpan di saku dekat dada.
Bagaimana tidak jatuh cinta,
Senyumannya amat menggoda.

Batu permata di hari raya,
Dipakai amat indahnya.
Kalau mata menatap dia,
Dalam hati rasa bahagia.

Uduk bukan sembarang uduk,
Uduk betawi buatan Nyak Liman.
Duduk bukan sembarang duduk,
Duduk bersamamu di pelaminan.

Duduk di kali minum jamu,
Ada durian baru runtuh.
Setiap kali menatap dirimu,
Harapan yang pudar kembali tumbuh

Pantun Gombal Pendek Singkat

Duduk anteng makan kedondong.
Abang ganteng gendong aku dong.

Kayu pahat ujungnya lebar.
Mata melihat, jantung berdebar.

Buah kemumu dari Asahan.
Lihat senyumanmu, mana tahan.

Awas paku jatuh ditaman.
Bolehlah aku jadi teman.

Lihat taman mentari redup.
Sekedar teman, teman hidup.

Gelas sekoteng bening warnanya.
Cowok ganteng milik siapa?

Nyamuk lenyap di balik kelambu.
Saya siap jadi pendampingmu.

Makan tahu, salak pondoh.
Siapa tau besok berjodoh.

Indah taman sepanjang zaman.
Kemarin idaman sekarang teman.

Teduhnya taman, indahnya lengan.
Sekarang teman, besok pasangan.

Pinggir jalan banyak koran.
Sudah kenalan, tinggal lamaran.

Pantun Cinta Gombal Buat Cewek

Batik bukan sembarang batik,
Batik motifnya batik warnanya.
Cantik bukan sembarang cantik,
Cantik wajahnya cantik hatinya.

Kota Lahat banyak gergaji,
Sangat tajam bagaikan duri.
Rajin sholat dan mengaji,
Wanita sholehah susah dicari.

Kacang polong dalam peti,
Tambah enak ditambah roti.
Suka menolong rendah hati,
Ideal jadi pasangan sejati.

Tajam paku setajam duri,
Sungguh harum bunga kemangi.
Bunga cintaku telah berseri,
Mekar tumbuh dan mewangi.

Arwana adalah raja ikan,
suka dia denn ketan.
Engkaulah yang kuharapkan,
Akankah impian jadi kenyataan.

Pantun Kasih Sayang

Air arak diharamkan,
karenanya banyak nyawa melayang.
Meskipun jarak memisahkan,
semua itu bukan penghalang.

Kalau ikan di dalam kolam,
bunga tumbuh di tengah taman.
Kalau cinta sudah dalam,
jarak jauh terasa nyaman.

Langit biru terlihat sendu,
warna hijau biru dan semu.
Jarak jauh tumbuhkan rindu,
ingin selalu dekat denganmu.

Burung melayang burung nuri,
hingga sebentar di pohon kenari.
Kasih sayangku amat murni,
seperti embun di pagi hari.

berlabuh orang menunggu,
hendak berlayar ke Siantar.
Kalau jauh terasa rindu,
jika berjumpa terasa sebentar.

Ambil bambu buat sembilu,
terbang debu dari cerutu.
Namamu kusebut selalu,
dalam doa setiap waktu.

Belajar lukis dengan pensil,
mengapa kertas tidak rata.
Semoga engkau berhasil,
meraih segala cita-cita.

Bunga kenangan di selasar,
hadiah dari Raja Tuban.
Kasih semakin sayang besar,
melihat engkau banyak berkorban.

Patah dahan disambungkan,
hendak hati disatukan.
Kepada Tuhan kita mohonkan,
agar cepat dipertemukan.

Akhir Kata

Nah, itulah kumpulan Pantun Gombal Rayuan Cinta Lucu dan romantis yang dapat saya sajikan. Semoga dengan adanya kumpulan pantun seperti ini bisa menambah referensi koleksi pantun bagi kalian semua. Terimakasih saya ucapkan dengan sobat semua yang sudah setia membaca artikel di Blogsiana.com. Nantikan juga koleksi pantun yang tidak kalah romantisnya dengan pantun yang ini.

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!