Arti Sebuah Perjuangan Hidup

Arti Sebuah Perjuangan Mahasiswa – Perjuangan seakan menjadi sebuah kata yang tepat untuk menggambarkan proses kehidupan yang aku jalani. Perjuangan lah yang membuatku bisa berada pada posisiku saat ini. Menjadikan sesuatu yang dulu hanyalah mimpi menjadi sebuah kenyataan yang membanggakan. Mengilas balik perjuangan yang dulu aku jalani membuat hidup ini menjadi sebuah pelajaran yang amat berharga, menjadi anak dari seorang pedagang asongan menjadikan mimpi yang aku tetapkan seakan tidak mungkin untuk aku raih.
 

Arti Sebuah Perjuangan

Penghidupan yang serba kekurangan menjadikanku sulit untuk menuntut ilmu yang notabennya adalah jalan untuk memutus rantai kemiskinan. Hal tersebut lah yang menjadikanku terkadang iri dengan anak beruntung lainnya yang bisa dengan mudah menuntut ilmu hingga tingkat sarjana, bisa mewujudkan impian mereka, dan bisa memberikan penghidupan yang layak untuk kedua orangtua mereka. Hal itulah yang senantiasa terngiang dalam pikiranku sebagai sebuah pertanyaan, apakah kelak aku bisa menjadi seperti itu? 
 
Namaku Faisal. Mungkin kedua orangtuaku memberikanku nama seperti itu dengan harapan agar kelak aku bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik daripada kehidupan yang mereka jalani saat ini. Aku lahir dan tinggal bersama kedua orangtuaku beserta adikku di suatu rumah sederhana di sudut pedesaan di kabupaten Kediri, Jawa timur. Sebuah desa yang jauh dari hiruk-pikuk manusia dan suara bising kendaraan yang lalu lalang. 
 
Desa yang masih asri dengan berbagai kehijauan pepohonan dan rerumputan. Desa yang dipenuhi oleh petani yang senantiasa menunggu menguningnya padi sebagai tumpuan kehidupan mereka. Berbeda dengan ibuku lebih memilih bekerja sebagai pedagang asongan keliling di kampungku, sedangkan ayahku hanyalah seorang pensiunan pegawai swasta yang masih berjuang melawan penyakit yang dideritanya.
 
Setiap pagi ibu senantiasa bangun lebih pagi untuk mempersiapkan dagangan yang akan ibu jual hari ini. Meskipun hasil yang didapatkan tidak seberapa namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat ibu untuk mau bekerja keras dari pagi hingga sore hari. Setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah, aku pun membantu ibuku untuk mempersiapkan dagangannya untuk dijual pada hari itu. 
 
Sekolah yang berjarak cukup jauh dari tempat tinggal membuatku harus bangun sangat pagi demi tidak mendapat hukuman karena terlambat masuk sekolah, namun hal tersebut tidak membuatku menyerah untuk mengejar ilmu. Berbekal dua potong singkong rebus, aku pun berangkat ke sekolah dengan penuh semangat.
 
Kutapaki jalan yang panjang dan berkelok-kelok dengan berjalan kaki. Menapaki jalan becek dan berbatu setiap pagi membuatku harus bertelanjang kaki agar sepatu satu-satunya yang kumiliki hasil pemberian ayah dari jerih payahnya tidak kotor dan rusak. Hal itulah yang sering membuatku meringis menahan perih saat kakiku lecet tergores tajamnya bebatuan di jalan. Sepatu yang aku pakai saat itu merupakan hadiah pertama yang bisa diberikan oleh ayah kepadaku ketika aku berhasil diterima di salah satu sekolah SMA negeri terbaik di kota Kediri dan aku berjanji kepada ayah untuk menjaga sepatu tersebut dan akan aku pakai hingga aku bisa menginjakkan kaki di perguruan tinggi kelak. Itulah janji yang bisa aku berikan untuk kedua orangtuaku agar mereka berdua bangga kepadaku.
 
Hidup dari keluarga yang serba kekurangan seringkali membuatku berpikir ingin berhenti sekolah dan membantu orangtua bekerja selayaknya anakanak di desaku yang tidak berharap untuk bisa mengenyam dunia pendidikan hingga bangku perkuliahan, tetapi dengan dukungan serta rintihan doa kedua orangtua lah yang menjadikanku bertahan menempuh pendidikan. 
 
Hidup dengan berbagai keterbatasan tidak menjadikanku pribadi yang takut untuk bermimpi dan memiliki cita-cita. Menjadi seorang insinyur adalah cita-cita yang sejak lama ingin aku wujudkan. Terinspirasi dari idolaku yaitu presiden pertama Republik Indonesia yang memiliki gelar insinyur menjadikanku ingin juga untuk meraihnya.
Melawan arus keterbatasan memang tidaklah mudah untuk dilakukan, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hari demi hari seakan menjadikan proses perjuangan yang kujalani semakin berat, tetapi senantiasa kucoba menjalani setiap proses dalam hidupku dengan perasaan syukur dan bangga. Setiap hari aku berusaha untuk bisa tiba di sekolah paling awal agar mendapat tempat duduk paling depan.
 
Ayahku selalu berpesan bahwa kesempatan terbaik tidak datang untuk kedua kalinya. Hal tersebutlah yang menjadikanku menyadari arti penting dari menuntut ilmu.
 
Setiap malam sebelum kantuk menjelang aku sering menatap langit melalui jendela kamarku. Melihat bintang yang bertaburan di langit, tetapi ada satu hal yang membuatku terpaku ketika melihat satu bintang mampu memberikan cahaya paling terang daripada bintang-bintang yang lain di sekitarnya. Aku pun mencoba mengambil pelajaran dari fenomena yang terdapat di alam itu. Aku berusaha agar mampu memposisikan diriku untuk menjadi seperti bintang yang paling terang tersebut di dalam dunia nyata. Menjadi yang unggul daripada yang lain dan mampu bertahan walaupun berada dalam gelapnya kehidupan.
 
Berbagai hal aku pelajari ketika di sekolah. Bagaimana cara untuk hidup, berusaha tanpa mengenal kata menyerah, bertahan dengan berbagai ejekan yang mendera, dan banyak lagi, membuatku merasa bersyukur karena dapat mengenyam bangku sekolah hingga tingkat menengah atas ini. 
 
Akhirnya setelah sekian lama mengejar ilmu hingga 3 tahun lamanya inilah saatnya aku menentukan untuk melanjutkan pendidikan demi mengejar cita-cita yang ingin kuraih meskipun banyak cibiran datang membelenggu seakan-akan muncul paradigma bahwa seorang anak yang terlahir dari keluarga miskin akan juga mati dalam keadaan miskin. Semangat belajarku yang menggebu-gebu setiap hari akhirnya mampu mematahkan paradigma tersebut yang terbukti dengan diterimanya aku di salah satu perguruan terbaik di Indonesia. 
 
Seketika mendengar pengumuman itu pun aku bersujud syukur kepada sang pencipta atas karunianya yang mengabulkan doaku serta kedua orangtuaku selama ini. Aku pun bersyukur karena telah mampu memenuhi janji yang telah aku tanamkan kepada ayahku bahwa aku mampu membawa langkah kakiku dengan sepatu hasil jerih payahnya ke perguruan tinggi negeri yang diidam-idamkan oleh setiap anak di desaku yang lain. 
 
Tiada sebuah hasil yang mengkhianati suatu proses. Itulah kalimat yang dapat kusimpulkan dari perjalanan kehidupan yang ku tempuh hingga berhasil lulus dari dunia sekolah dan aku berharap dengan di berinya kesempatan kepadaku untuk melanjutkan pendidikan di bangku perkuliahan, lebih banyak lagi pelajaran yang bisa aku dapatkan dan pelajari hingga aku bisa mewujudkan impianku tuk membawa kehidupanku beserta negeri ini ke arah yang lebih baik.
 
Judul : Arti Sebuah Perjuangan
Penulis : Muhammad Faisal Fath

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!